Selasa, 10 November 2009

Amerika Serikat Mengamati Militer Indonesia

AS Amati Militer Indonesia

Amerika Serikat (AS) mengamati dengan saksama militer Indonesia setelah naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke-5 RI, tetapi mereka belum memutuskan apakah akan meningkatkan hubungan terbatas dengan Tentara Nasional Indonesia.

Pejabat itu, yang minta tak disebut identitasnya, mengatakan pada wartawan yang bepergian dengan Menlu AS Colin Powell ke Vietnam bahwa TNI Angkatan Darat mendukung Megawati. Dia menyebutkan bahwa AD selama ini merupakan bagian dari masalah besar di Indonesia, tetapi mengatakan bisa juga menjadi bagian dari solusi. "Saya rasa tidak akan banyak kemungkinan Indonesia mundur dari demokrasi," kata pejabat AS itu. "Tampaknya keadaannya tidak sekacau yang kami khawatirkan dalam hal demonstrasi di Indonesia pekan ini."

Pejabat itu mengatakan, AS selama ini sedang mempertimbangkan meningkatkan kontak militer-ke-militer yang sangat terbatas dengan Indonesia, tetapi menyebutkan bahwa langkah semacam itu akan tergantung pada bagaimana militer bersikap. "Ini benar-benar tergantung pada bagaimana militer Indonesia bereaksi pada transparansi, pada akuntabilitas atas beberapa hal di masa lalu, dan pada sikap keras mereka dalam beberapa isu," kata pejabat itu. Karena pembatasan yang ditetapkan oleh Kongres AS, Pemerintah AS hanya diizinkan mempunyai kontak terbatas dengan militer Indonesia. Gedung Putih di bawah Presiden George W Bush dan mantan Presiden Bill Clinton selama ini sangat membatasi dalam mengizinkan hubungan semacam itu.

Hubungan itu saat ini terbatas pada latihan bantuan bencana dan kemanusiaan, termasuk sebuah kunjungan baru-baru ini oleh para marinir AS yang membantu mengecat sebuah sekolah di Indonesia.

Para pejabat pertahanan AS ingin menjalin kembali hubungan yang kuat dengan militer Indonesia, namun ingin memastikan bahwa pihak militer Indonesia tetap berada di bawah komando dan kontrol sebuah kepemimpinan sipil yang terpilih secara demokratis. "Walau AS mendukung integritas teritorial Indonesia, kami jelas tidak mendukung tindakan keras militer di tempat seperti Aceh atau Irian Jaya," kata pejabat senior itu.

Di Washington, seorang juru bicara Pentagon mengatakan, hubungan militer-ke-militer dengan Indonesia tidak secara otomatis berubah sebagai akibat naiknya Megawati.

"Kami yakin bahwa mereka bisa, dan harus, bekerja secara konstruktif dengan militer Indonesia di dalam batas-batas hukum dan kebijakan untuk memenuhi kepentingan khusus AS," kata juru bicara itu, Letkol Jeff Davis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar